Home


Bima

KOTA DAN KAB. BIMA

Sumbawa

PULAU SUMBAWA

Lombok

PULAU LOMBOK

Tarian suku lombok

Tarian suku Sasak di Lombok merupakan manifestasi spiritual, sejarah, dan nilai sosial masyarakat. Dikenal dengan gerakan yang luwes, dinamis, dan diriringi alat musik tradisional, tarian ini umumnya berfungsi sebagai sarana hiburan, upacara keagamaan, penyambutan tamu, hingga bagian dari ritual adat seperti pernikahan.

Peresean  atau  perisean  adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat  rotan  (penjalin) dan berperisai kulit  kerbau  yang tebal dan keras (perisai disebut  ende ).Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat  suku SasakLombokNusa Tenggara BaratIndonesia .Peresean termasuk dalam seni tari daerah Lombok.Petarung dalam Peresean biasanya disebut  pepadu  dan wasit disebut  pakembar.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

TARIAN SUKU SUMBAWA

Tarian suku Sumbawa (Tau Samawa) di Nusa Tenggara Barat, seperti Tari Nguri dan Tari Pasaji, umumnya berfungsi sebagai simbol penghindaran, penyambutan tamu terhormat, serta ungkapan rasa syukur, yang sering kali menonjolkan gerakan lemah lembut dan pakaian adat khas. Tarian ini mencerminkan nilai-nilai sosial dan spiritual yang kental dalam budaya Sumbawa.

TARIAN SUKU MBOJO

Tarian suku Bima (Mbojo) di Nusa Tenggara Barat, seperti Tari Lenggo dan Wura Bongi Monca, adalah tarian klasik yang menghilangkan tradisi istana yang lemah gemulai, melambangkan persaudaraan, sopan santun, serta menghina masyarakat. Tarian ini umumnya ditarikan oleh remaja putri pada acara adat, penyambutan tamu, dan upacara kerajaan.

Rumah adat suku lombok

Rumah adat suku Lombok dikenal dengan nama Bale Sasak. Rumah tradisional dari Suku Sasak ini memiliki atap jerami dan dinding anyaman bambu tanpa menggunakan paku. Bangunannya terbagi dua: Bale Tani (tempat tinggal) dan Bale Lumbung (tempat menyimpan padi), yang sarat dengan filosofi kerendahan hati dan kemudahan.

Rumah adat suku sumbawa

Rumah adat suku Sumbawa di Nusa Tenggara Barat dikenal dengan nama Dalam Loka. Dibangun pada tahun 1885 oleh Sultan Muhammad Jalaluddin III, istana panggung megah ini memiliki makna filosofis yang dalam, memadukan konsep pelestarian alam dengan nilai-nilai agama Islam.

Rumah adat suku mbojo

Rumah adat suku Mbojo (Bima, Nusa Tenggara Barat) dikenal dengan nama Uma Lengge. Bangunan ini sangat ikonik dengan bentuk atapnya yang menjulang tinggi dan mengerucut. Berasal dari kata “Uma” (rumah) dan “Lengge” (mengerucut), rumah tradisional ini memiliki fungsi ganda yang unik serta sarat akan filosofi.

Baju adat suku lombok

Pakaian adat Suku Sasak di Lombok dibedakan menjadi dua jenis utama, yakni Baju Lambung untuk perempuan dan Baju Pegon untuk laki-laki. Keduanya mencerminkan filosofi hidup, status sosial, dan kedekatan masyarakat dengan alam serta budaya lokal.

Baju adat suku sumbawa

Pakaian adat suku Sumbawa (Tau Samawa) adalah warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan filosofi. Ragam busananya dibedakan antara busana pria dan wanita, serta dikenakan khusus untuk upacara adat atau penyambutan tamu.

Baju adat suku mbojo

Pakaian adat Suku Mbojo (berasal dari Bima dan Dompu, Pulau Sumbawa) sangat ikonik dengan penggunaan kain tenun khas yang disebut Tembe Nggoli. Pakaian ini dibedakan dua menjadi jenis utama berdasarkan pemakainya: Rimpu untuk wanita dan Katente Tembe untuk pria.

Makanan khas Lombok

Makanan khas Lombok terkenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan kaya rempah, didominasi oleh racikan Suku Sasak. Ciri khas utamanya terletak pada penggunaan terasi, cabai, dan kencur yang kuat. Berikut adalah kuliner ikonik yang wajib Anda coba saat berada di Lombok:

1. Olahan Ayam, Ayam Taliwang: Hidangan paling ikonik. Ayam kampung muda dibakar dengan bumbu cabai merah, bawang, terasi, dan kencur, memberikan rasa pedas dan manis yang menggugah selera.

Ayam Rarang: Berasal dari Lombok Timur, ayam ini dimasak hingga kering dengan lumuran cabai rawit yang sangat melimpah.

2. Sate Aneka Unik, Sate Rembiga: Sate daging sapi khas daerah Rembiga ini memiliki tekstur sangat empuk dengan rasa manis, gurih, dan pedas yang meresap.

Sate Bulayak: Disajikan dengan potongan lontong (bulayak) yang dililit daun aren. Sate ini menggunakan bumbu santan dan rempah khas Sasak.

3. Sayur dan Pendamping Segar, Plecing Kangkung: Kangkung rebus khas Lombok yang disiram sambal tomat, cabai, terasi, dan perasan jeruk limau, sering ditambahkan taburan kacang goreng.

Beberuk Terong: Sambal mentah potongan terong hijau dan tomat yang disiram dengan racikan cabai dan terasi, sangat cocok menjadi teman pendamping

Ayam Taliwang.Bebalung: Sup iga sapi atau kerbau yang dimasak dengan rempah kuat, konon bermakna “tenaga” karena dipercaya dapat memulihkan stamina.

Makanan khas sumbawa

Makanan khas Sumbawa terkenal dengan cita rasa rempah yang kuat, didominasi oleh sensasi asam, pedas, dan gurih. Masakan tradisional ini sangat lezat dan autentik, diolah menggunakan hasil laut segar dan dedaunan khas seperti daun aru.Berikut adalah hidangan utama hingga camilan khas Sumbawa:

Singang: Olahan ikan laut segar (biasanya ikan bandeng atau kakap) yang dimasak dengan kuah kuning kaya rempah. Kuahnya memiliki rasa asam, pedas, dan segar yang sangat menggugah selera.

Sepat: Sup ikan bakar yang disajikan dengan kuah bening bercita rasa asam segar. Hidangan keunikan ini terletak pada tambahan potongan sayuran mentah, terong bakar, dan sambal cocolan dengan taburan asam khas.

Gecok: Olahan berbahan dasar jeroan sapi (seperti babat) yang dimasak bersih tanpa bau amis. Kuahnya gurih pekat berpadu dengan bumbu wijen hitam, cabai, dan belimbing wuluh.

Ayam Siong Sira: Ayam bakar atau masak khas Sumbawa yang dibumbui dengan rempah-rempah tradisional yang meresap hingga ke serat daging, memberikan rasa yang kaya dan unik.

Manjareal: Camilan manis tradisional khas Sumbawa yang terbuat dari adonan gula merah dan kacang tanah. Teksturnya padat, beremah, dan sering dijadikan oleh-oleh.

Add Your Heading Text Here

Makanan khas Mbojo (Bima-Dompu, Nusa Tenggara Barat) sangat dipengaruhi oleh kekayaan hasil laut dan penggunaan rempah yang kuat. Cita rasanya umumnya menonjolkan kombinasi rasa pedas, gurih, dan segar, dengan hidangan berbahan dasar ikan yang menjadi primadona masyarakat setempat.Berikut adalah ragam kuliner ikonik khas Mbojo yang wajib dicoba Lauk dan Hidangan Utama, Uta Palumara Londe: Olahan ikan bandeng (atau ikan laut lainnya) berkuah kuning bening. Kuahnya tidak menggunakan santan, melainkan perpaduan asam jawa, tomat, cabai, dan potongan bawang yang memberikan rasa segar dan gurih.

Uta Maju Puru: Masakan daging rusa (atau daging sapi) yang dibakar dan dibumbui dengan rempah-rempah khas, menciptakan tekstur yang kering di luar namun empuk dan kaya rasa di dalam.Uta Mbeche: Hidangan daging (biasanya daging sapi atau kambing) yang dimasak dengan kuah santan kental berbumbu pekat, sangat cocok disantap dengan nasi hangat.

Sepi Puru: Lalapan yang terbuat dari udang rebon atau udang kecil yang ditumis atau dibakar, biasa disajikan sebagai lauk pendamping.

Camilan dan Sambal, Bingka Dolu: Kue tradisional khas Bima yang mirip dengan kue lumpur. Memiliki aroma pandan, gula merah, dan santan yang harum, dengan tambahan kacang kenari di atasnya.

Mbohi Dungga: Sambal unik khas Mbojo yang terbuat dari fermentasi jeruk nipis, cabai, dan garam. Proses perendaman selama beberapa hari menghasilkan sambal dengan rasa pedas dan asam yang sangat menggugah selera.

Minuman Tradisional, Mina Sarua: Minuman hangat tradisional masyarakat Mbojo yang terbuat dari rempah-rempah, gula merah, santan, dan tape ketan hitam. Minuman ini dipercaya mampu menambah stamina dan menyegarkan tubuh.

Makanan khas Bima

Makanan khas Mbojo (Bima-Dompu, Nusa Tenggara Barat) sangat dipengaruhi oleh kekayaan hasil laut dan penggunaan rempah yang kuat. Cita rasanya umumnya menonjolkan kombinasi rasa pedas, gurih, dan segar, dengan hidangan berbahan dasar ikan yang menjadi primadona masyarakat setempat.Berikut adalah ragam kuliner ikonik khas Mbojo yang wajib dicoba Lauk dan Hidangan Utama, Uta Palumara Londe: Olahan ikan bandeng (atau ikan laut lainnya) berkuah kuning bening. Kuahnya tidak menggunakan santan, melainkan perpaduan asam jawa, tomat, cabai, dan potongan bawang yang memberikan rasa segar dan gurih.

Uta Maju Puru: Masakan daging rusa (atau daging sapi) yang dibakar dan dibumbui dengan rempah-rempah khas, menciptakan tekstur yang kering di luar namun empuk dan kaya rasa di dalam.Uta Mbeche: Hidangan daging (biasanya daging sapi atau kambing) yang dimasak dengan kuah santan kental berbumbu pekat, sangat cocok disantap dengan nasi hangat.

Sepi Puru: Lalapan yang terbuat dari udang rebon atau udang kecil yang ditumis atau dibakar, biasa disajikan sebagai lauk pendamping.

Camilan dan Sambal, Bingka Dolu: Kue tradisional khas Bima yang mirip dengan kue lumpur. Memiliki aroma pandan, gula merah, dan santan yang harum, dengan tambahan kacang kenari di atasnya.

Mbohi Dungga: Sambal unik khas Mbojo yang terbuat dari fermentasi jeruk nipis, cabai, dan garam. Proses perendaman selama beberapa hari menghasilkan sambal dengan rasa pedas dan asam yang sangat menggugah selera.

Minuman Tradisional, Mina Sarua: Minuman hangat tradisional masyarakat Mbojo yang terbuat dari rempah-rempah, gula merah, santan, dan tape ketan hitam. Minuman ini dipercaya mampu menambah stamina dan menyegarkan tubuh.